Monday, March 30, 2015

Pengalaman dengan softlense, mata minus yang bertambah,



Akhirnya, tiba saatnya untuk review pengalaman menggunakan soft lense, lensa kontak, atau softlen.
Aku sendiri sebetulnya menggunakan soft lense bukan karena ada niat sengaja

Alasan Menggunakan softlense 
Karena saat itu aku pikir saat resepsi pasti akan banyak dipotret, dan keadaan ruangan resepsi akan menyebabkan fotografer menggunakan blitz, atau flare, akan lebih baik lagi kalau lensa mata kita yang sering menyebabkan red eye ini, ditutupi menggunakan soft lense. (What a theory). dan memang iya, selama respsi dan hasil dokumentasi dari acara pernikahanku, semua potret dari bola mataku terlihat bagus karena iris mataku terlihat lebih besar. 

Mata Minus yang bertambah
Tiap kali kita hendak beli soft lense di optik, biasanya pelayan optiknya menyarankan kita untuk tes penglihatan mata terlebih dahulu. Mei 2014, aku pergi mengunjungi sebuah optik di Metro Indah Mall di Bandung, sebelumnya di tes penglihatan dulu menggunakan alat sama pakai metode membaca huruf yang jauh itu, setelah di tes ternyata mataku yang kiri minus -0.25 dan yang kanan -0.5, karena minusnya gak sama akhirnya jalan tengah untuk pertama kalinya aku beli satu kotak soft lense dengan minu -0.5 (untuk mata kiri dan kanan). Dengan alasan ini hanya dipakai sebentar kok, hanya waktu hari H pas resepsi, dan sekarang dibulan maret, di minggu ini. aku memutuskan untuk membeli lagi soft lense, karena jujur sekarang penglihatanku makin buram, tanpa alat bantu, untuk melihat tulisan kecil di tv yang jaraknya 3 meter lebih itu, sudah sangat blurry atau buram banget. Itu semua disebabkan oleh kebiasaanku yang biasa browsing atau mengoperasikan smartphone sambil tiduran, dan terlalu sering berada didepan layar LCD. tapi itu kan memang aktivitas sehari-hari gimana dong.

Beberapa faktor yang menjadi penyebab
  • Sering beraktivitas didepan layar LCD (Ponsel atau Komputer)
  • Menggunakan Ponsel atau nonton TV sambil tiduran  
  • Aktivitas yang terjadi berada di ruangan yang redup dan pencahayaannya kurang
  • Tidak sesuainya alat bantu dengan kapasitas penglihatan kita, (misal aku masih mengunakan softlense dengan minus -0.5, padahal sekarang minusku bertambah jadi -0.75)

Usaha terbaiknya adalah?
Usaha terbaik yang dapat kita lakukan setelah merasakan bahwa penglihatan kita semakin buram adalah menggunakan alat bantu yang pas dan sesuai dengan kondisi mata kita. 
Aku termasuk orang yang gak pernah membayangkan gimana rasanya menggunakan kacamata, walaupun Mama, dan dua kakakku pakai kacamata. Akhirnya aku memutuskan untuk memilih soft lense sebagai alat bantu, selain karena harganya lebih murah daripada kacamata, soft lense juga tidak terlalu merubah karakter wajah kita, karena ada softlense yang kelihatan jelas sedang dipakai dan ada juga soft lense yang warna dan efek yang disebabkannya sangat natural dan membuat soft lense tersebut jadi membaur dengan warna iris mata kita.




Hana Zainab Mukarromah Web Developer

I am a programming teacher who lived in Bandung, pluviophile nephelolater, oneironaut, writer, blogger, muslimah for a living